Showing posts with label politic. Show all posts
Showing posts with label politic. Show all posts

Perkembangan Terakhir Arah Koalisi Pilpres

Perkembangan terakhir penentuan arah koalisi kembali dimulai.  Hari ini Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, dikabarkan gerah dengan beberapa manuver politik dari pihak-pihak tertentu yang hendak memecah belah partai-partai besar. Tentu saja tujuannya adalah melemahkan lawan-lawan yang akan bertarung di pemilihan presiden nanti agar sang pemenang bisa melenggang ke tampuk kekuasaan dengan sukses.

Namun, ia tidak menuduh siapa yang melakukan perusakan demokrasi yang gejalanya kini dialami oleh dua partai politik, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) serta menyusul Patai Golkar yang kini tengah "diacak-acak".

Ketiga partai ini sekarang sengaja ada yang memecahbelah, menekan dan menakut-nakuti kadernya dengan cara ditangkap atas tuduhan kasus-kasus lama. Yang terjadi sekarang adalah gejala yang sama di tiga partai di mana sejumlah kadernya melawan ketua umum partainya.

"Kita tidak ada budaya politik yang seperti ini. Artinya, demokrasi tidak dijalankan secara benar dan baik. Akan tetapi, segaja dipecah belah, ditaku-takuti, dan ditangkapi. Masa kasus 10 tahun yang lalu, dengan jumlah (kerugian) hanya beberapa juta, tiba-tiba dipersoalkan dan orangnya ditangkapi. Memang, secara hukum, kasus itu harus diproses. Tetapi, mengapa baru sekarang? Saya tidak mau berprasangka buruk menuduh," kata Kalla, dalam keterangan pers, seusai membahas surat 25 DPD Partai Golkar, yang mengajukan enam nama kader Golkar sebagai cawapres kepada Partai Demokrat, di Posko II Partai Golkar di Jalan Mangunsarkoro, Jakarta.

Dalam keterangan pers itu, hanya segelintir pengurus Partai Golkar yang mendampingi, yaitu Burhanuddin Napitupulu, Syamsul Muarif, Soemarsono dan dua anggota Dewan Penasihat Aburizal Bakrie dan Fahmi Idris.

Kalla mengakui sekarang ini, teman-temannya di Partai Golkar merasakan kekhawatiran seperti (ditangkap dan ditekan). "Nuansa itu sekarang dirasakan sejumlah partai politik. Jika kita (Golkar) pecah, justru kekhawatiran itu akan terjadi. Karena itu, harus kita lawan. Saya akan mencari siapa yang melakukan itu? Mengapa gejala perpecahan partai terjadi sekarang ini? Ada apa? "tanya Kalla kembali.

Ditambahkan Kalla, sekarang ini partainya tetap solid. "Teman-teman di sini juga solid ya?" tanyanya sambil melirik fungsionaris Partai Golkar yang menemani keterangan pers.

Ditanya adanya "musuh dalam selimut" di antara fungsionaris Partai Golkar yang membuat Partai Golkar terjadi seperti sekarang ini, Kalla hanya menjawab diplomatis, "Memang, bahwa ada rencana masing-masing, tentu itu wajar. Akan tetapi, kita harus menjaga soliditas partai. Itu penting."

Mengenai adanya surat DPD tersebut, Kalla mengatakan surat itu sebenarnya hanya untuk mengantisipasi jika Partai Golkar tidak bisa berkoalisi dan mengajukan capres sebagaimana ditetapkan Rapimnasus Partai Golkar baru-baru ini.

"Surat itu sebenanya juga mau menjaga soliditas partai, namun caranya tidak bisa seperti itu dan bukan di forum resmi," ujar Kalla.

Kalla menegaskan, dalam waktu satu atau dua hari lagi, Partai Golkar akan mengumumkan koalisi dan menetapkan capres dan cawapres Partai Golkar.

"Kalau kita sudah mengumumkan koalisi dan capres dan cawapres , tentu surat itu tidak berlaku. Karena kita sudah bekerja dan berkoalisi. Itu, yang akan kita laporkan kepada forum DPD dan pengurus lainnya. Insya Allah, Rabu (29/4) kita umumkan koalisinya. Mungkin, kita yang pertama akan mengumumkan capres dan cawapres sebelum yang lainnya," tambah Kalla.

Namun, ia tidak mau mengungkapkan Partai Golkar berkoalisi dengan siapa dan siapa capres dan cawapresnya. Ketika ditanya tindak lanjut pertemuan dengan PDI Perjuangan, Kalla mengaku mulai Selasa (28/4) pagi Tim 6 Partai Golkar dan PDI Perjuangan akan mulai bertemu membahas arah dan aspek koalisi.

Di sela-sela pertemuan itu, Kalla juga menerima utusan khusus Prabowo Subianto. Namun, pertemuan itu tidak diinformasikan secara terbuka, termasuk isi pertemuannya. Anggota Tim 6 Partai Golkar Simon Patrice Maurin mengatakan bahwa surat DPD itu terlalu cepat, karena yang dilakukan Kalla belum selesai. Seharusnya, DPD menunggu dengan sabar dan bersikap taat pada aturan partai.

Demikianlah perkembangan terakhir perpolitikan tanah air.

Jusuf Kalla Calon Presiden Partai Golkar

Kemarin, 23 April 2009, hampir seluruh perhatian dunia politik tertuju ke Hotel Borobudur Jakarta.  Seluruh entitas politik tanah air menunggu hasil akhir Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnassus) Partai Golkar.  Rampimnassus ini memang menjadi tahap penting bagi perkembangan politik tanah air karena dari sini akan ditentukan kemudian pola koalisi partai-partai.  Partai Golkar sebagai salah satu incumbent di pemerintahan sekarang sebenarnya masih diharapkan oleh banyak pihak untuk berduet dengan Partai Demokrat, namun negosiasi antara Partai Demokrat dan Golkar berjalan alot yang akhirnya membuat keduanya pecah kongsi maka Partai Golkar memutuskan untuk mengusung sendiri Capres.  Nah pada Rampimnassus kemarin, Partai Golkar telah bulat untuk mengajukan Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden.

Selain ditetapkan sebagai capres Golkar, JK juga mendapat mandat penuh untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Golkar memang harus berkoalisi dengan partai lain untuk mencukupkan syarat pengajuan capres 25 persen kursi di parlemen atau 20 persen suara.

Poin lain dari keputusan Rapimnasus kemarin adalah memberikan kepercayaan kepada JK selaku ketua umum Golkar untuk membentuk dan mempersiapkan tim pemenangan pilpres Partai Golkar. Hasilnya, harus dilaporkan JK dalam rapat pimpinan harian DPP yang juga akan dihadiri Ketua DPD I. Rapat ini paling lambat akan digelar satu pekan mendatang.

Mendapat mandat capres, diakui JK bukan pekerjaan mudah. Meski begitu, JK yang masih menjabat Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Oktober mendatang, berharap semuanya bisa berjalan baik. Syaratnya, Golkar tetap menjaga kebersamaan.

"Kita harus bersama. Ini bukan hal yang mudah bagi saya," terang JK saat jumpa pers di Hotel Borobudur Jakarta. "Jadi, seluruh elemen partai harus buisa mengawal keputusan (Rapimnasus) ini," imbuhnya.

Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, Sri Sultan Hamengkubuwono tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya terkait hasil keputusan Rapimnasus Partai Golkar. Kebulatan sikap mengajukan JK sebagai capres dipandanganya sebagai bukti Golkar sudah kembali pada identitasnya semula.

"Golkar sudah kembali ke identitasnya sebagai partai besar yang tidak perlu takut untuk bertarung. Ini baru Partai Golkar," tegas Sultan usai Rapimnasus Golkar. Sebelumnya, sikap Golkar yang lebih banyak berharap bisa berkoalisi kembali dengan Demokrat untuk melanjutkan pemerintahan SBY-JK, dinilai Sultan tidak mencerminkan Golkar sebagai partai besar, mapan, dan berpengalaman.

Terkait posisi cawapres Golkar yang belum diputuskan siapa orangnya, Sultan mengaku tidak berminat. "Saya tidak akan menjadi cawapres Golkar," tegas Sultan. Menurutnya, posisi cawapres Golkar harus sanggup menjadi nilai tukar bagi Golkar dalam membangun koalisi. Sehingga, paling pas jika posisi tersebut ditawarkan kepada kader partai lain. "Masa dari Golkar semua," katanya lagi.




Pecah Kongsi Demokrat dan Golkar

Pernyataan Sekjen Golkar, Sumarsono, bahwa tidak tercapai kata sepakat dengan Partai Demokrat mengenai negosiasi rencana koalisi kedua partai telah membuat Partai Demokrat seolah-olah kebakaran jenggot. Anas Urbaningrum, Ketua DPP Demokrat, mengatakan bahwa Partai Golkar telah secara sepihak memutuskan negosiasi menuju koalisi.

Dengan begitu bioleh dikatakan bahwa kedua partai telah mengentikan negosiasi dan masing-masing akan mengambil jalan sendiri-sendiri dalam pemilihan presiden nanti. Sementara itu wacana tentang perlunya Partai Golkar memajukan calon presiden sendiri semakin menguat di kalangan Partai Golkar.

Hari ini beberapa media massa membuat analisis jika Partai Golkar mengusung calon sendiri seperti kemungkinan koalisi dan paket yang akan diusung. Dari beberapa analisis terdapat beberapa yang menarik bahwa paket yang kira-kira akan dimajukan adalah JK- Puan Maharani (Golkar-PDIP) dan JK-Prabowo (Golkar-Gerindra)

Namun di luar itu semua, perpisahan dengan Partai Demokrat dan rencana Partai Golkar mengusung calon sendiri, apa yang akan dilakukan Partai Golkar akan ditentukan pada Rapimnassus yang berlangsung hari ini.




Israel Dalang Serangan 9 September?

Keterlibatan Israel dalam serangan ke Menara World Trade Center pada 11 September mulai terungkap. Ali al-Jarrah sepupu Ziad al-Jarrah yang merupakan salah satu pembajak pesawat dalam tragedi itu, adalah agen rahasia Israel.

Ali al-Jarrah telah bekerja sebagai agen Mossad, dinas intelijen rahasia Israel selama 25 tahun. Pria Muslim dari Lebanon ini mengkhianati negaranya sendiri. Ia bertugas untuk mengumpulkan data intelijen tentang kelompok-kelompok perlawanan Palestina dan Hizbullah. Demikian ditulis The American Free Press.

Ada kemungkinan Ali merekrut Ziad yang lebih muda untuk bekerja bagi Israel.

Jika hal ini benar, bukan pertama kali Israel merekrut orang Muslim untuk bekerja untuk dinas rahasia. Pada serangan bom pertama terhadap WTC tahun 1993 lalu, Israel juga merekrut Ahmad Ajaj, seorang warga muslim dari Tepi Barat Palestina.

Ajaj disebut-sebut merupakan pentolan Intifada. Tetapi faktanya dia tidak pernah terlibat dalam gerakan Intifada, Hamas atau gerakan perlawanan Palestina lainnya.

Fakta lainnya bahwa Israel terlibat dalam serangan 11 September 2001, adalah tidak satu pun dari 3.000 pegawai Yahudi masuk kerja pada hari itu. Tidak mungkin 3.000 orang sakit atau cuti secara bersamaan, tanpa ada sesuatu di baliknya.

Solidaritas Dunia Arab?

Serangan Israel ke Palestina sudah memasuki hari ke 17 dan belum ada tanda-tanda akan berakhir meski PBB telah mengeluarkan Resolusi penghentian serangan dan penarikan seluruh tentara Israel dari Jalir Gaza. Korban sipil pun telah memakan korban hampir seribu orang yang sebagian besar belum terurus akibat mekanisme distribusi bantuan kemanusiaan yang belum jelas.   Salah satu pintu bagi bantuan kemanusiaan yang aman dari Israel adalah melewati Mesir namun tampaknya Mesir sangat berhati-hati dalam mengizinkan bantuan kemanuasiaan masuk lewat negaranya.

Sikap Mesir yang sangat hati-hati ini mengundang pertanyaan bagi seluruh kamu muslimin dan pemerhati kemanusiaan mengingat bahwa pengungsi Palestina sebagian berada di wilayahnya namun terkesan pemerintah Mesir sangat setengah hati membantu.  Apakah pemerintah Mesir sudah berpihak ke Israel dalam politik luar negerinya?  Sehingga membangtu rekan-rekan sesama Arab dan Muslim saja sangat berhitung?  Kemanakah solidaritas dunia Arab yang selama dekade 70-an didengung-dengungkan oleh Mesir melalui Gamal Abdul Nasser?

Yeah, negara-negara Arab saat ini sedang memasuki jebakan Israel.  Jebakan Perjanjian Damai yang secara beruntun dilakukan oleh negara-negara Arab, dimulai oleh Mesir, Yordania disusul oleh negara-negara lainnya.  Sekarang apa yang bis adilakukan oleh mereka kecuali sekedar menjadi penonton pembantaian bagi rakyat Palestina yang dahulu mereka sama-sama bela demi slogan "Solidaritas Dunia Arab". 

Barangkali saatnya dunia Arab untuk meninjau kembali Perjanjian Damai dengan Israel.

Janji CALEG

Menjelang Pemilu 2009 aktifitas para peserta Pemilu semakin ramai, mulai dari caleg, partai politik sampai kepada tim sukses masing-masing.  Semuanya berlomba-lomba memperkenalkan diri dan partai mereka, eh juga nomor urutnya masing-masing agar calon pemilih bisa dengan tepat mengenali wajah dan gambar mereka di kertas suara nanti.

Perlombaan memperkenalkan diri ini kemudian menjadi catatan tersendiri bagi kita semua.  Sistem pemilu yang diterapkan saat ini melahirkan banyak sekali caleg (calon anggota legislatif) baik di tingkat kota, propinsi dan nasional, belum lagi calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah).  Di satu sisi tentu saja ini adalah perkembangan positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia terutama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang memperhatikan suara rakyat. 

Namun di sisi lain ternyata perlombaan memperkenalkan diri untuk memperoleh suara di pemilu menciptakan berbagai macam perilaku yang sepertinya belum mendukung sistem demokrasi yang sedang dikembangkan seperti praktek money politic yang telah menjadi rahasia umum.  Hal lain yang agak menggelikan adalah janji-janji para caleg yang terkadang tidak masuk akal, ada kesan bahwa apapun mesti mereka janjikan agar mendapat suara.  Janji-janji seperti ini misalnya dapat ditemui di berbagai baligho atau spanduk yang terpajang di mana-mana di Indonesia saat ini.  Ambillah misalnya contoh baligho beberapa caleg di Sulawesi Selatan, dengan huruf tegas di baliho tertulis TULUS IKHLAS BERBUAT UNTUK RAKYAT, MAJU KARENA HATI NURANI, BERANI BERKORBAN UNTUK RAKYAT dan lain-lain.

Seorang kawan yang mengomentari tulisan-tulisan tersebut berkata "Kalo memang tulus dan berani berkorban untuk rakyat berarti nanti kalo jadi anggota legislatif berani dong tidak digaji". Yeah bagaimanapun masyarakat pemilih mesti cerdas dalam menentukan pilihan politik jangan sampai gampang terbujuk dengan kalimat seperti itu padahal bisa jadi kata RAKYAT yang diusung di spanduk dan baliho itu hanya bermakna DIRI SENDIRI dan KELUARGA saja.  Singkatnya saya hanya ingin menghimbau kepada semua pihak yang maju dalam Pemilu 2009 nanti agar sudilah tidak menjual rakyat hanya untuk kesejahteraan pribadi.  Salam damai. 


Semoga bermanfaat

Pasukan Israel terjebak Ranjau

Pasukan Israel berhasil dijebak, 10 dari mereka tewas karena memasuki rumah beranjau yang telah dipersiapkan oleh Al Qassam

Menurut situs Hidayatullah.com --Minimal 10 anggota pasukan khusus dari divisi An Nukhbah Israel tewas, dan 30 lainnya terluka oleh ranjau brigade Al Qassam, pada Senin malam (5/1)

Melalui beberapa sumber dari Al Qassam, koresponden Al Markaz Al Filithin li Al I’lam, memperoleh keterangan bahwa pasukan khusus infantri Israel berhasil dijebak oleh Brigade Al Qassam, sehingga mereka memasuki rumah yang beranjau, di wilayah utara Gaza. Setelah diledakkan, bangunan itu dipenuhi kobaran api, hingga kesulitan untuk dilakukan evakusai.

Sebelumnya, salah satu petinggi Al Qassam, Abu Ubaidah, telah mengancam Israel,
jika mereka berani masuk Gaza, maka amat sulit untuk keluar dalam keadaan selamat. Sebagaimana pihaknya menyatakan bahwa kejutan-kejutan bagi Israel akan terus berlanjut.

Serangan Israel ke Gaza Strip

Serangan Israel ke Jalur Gaza telah berlangsung selama 10 hari lebih, bahkan baru saja Israel memulai perang darat.  Korban telah banyak berjatuhan dan masyarakat internasional di seluruh dunia sudah sejak awal mengecam dan mengutuk serangan tersebut.  Namun PBB dan negara-negara adikuasa yang berperan dalam pengambilan keputusan di Dewan Keamanan belum menemui kata sepakat soal sikap yang akan dikeluarkan, bahkan pemerintah Amerika Serikat terang-terangan mendukung serangan tersebut dengan dalih klasik bahwa serangan tersebut adalah salah satu upaya untuk memerangi terorisme, yaitu HAMAS.

Patut diakui bahwa HAMAS adalah duri dalam daging bagi pemerintah Palestina.  HAMAS adalah kelompok bersenjata non pemerintah yang sangat kuat pengaruhnya di Palestina terutama di Jalur Gaza, namun benarkah serangan Israel tersebut dilakukan untuk mengeliminasi HAMAS? Mengingat korban akibat serangan kebanyakan warga sipil. Kekuatiran saya adalah jangan-jangan Israel hendak mengulangi kesuksesannya di tahun 1973 ketika berhasil memperbesar wilayahnya.

Bagaimanapun dan dengan alasan apapun pemerintah Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan yang patut diperkarakan di Mahkamah Internasional.  Di lain pihak pemerintah Palestina mesti mampu mengendalikan sepak terjang HAMAS agar tidak lagi menjadi duri dalam daging bagi pemerintah Palestina dalam mengusahakan perdamaian abadi di Timur Tengah. 

SPONSOR

Blog Directory & Search engineblog search directoryblogarama - the blog directoryWORLD TOP WEBSITES - Top Site Directory | Add URL | Submit URL
Top Personal blogsBlogger IndonesiaPage Rank CheckerAdd to Technorati FavoritesIncrease Page Rank
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

  ©Template Blogger Elegance by Dicas Blogger.

TOPO