Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Online Self-Publishers/Bloggers Needed

HubPages, one of the top self-publishing platforms on the web, is looking for bloggers, self-publishers and freelancers who are looking to earn rewards (generate revenue, build an audience, be part of an awesome community) from their writing talents. If you have the ability to create informative and reader-friendly content that others are looking for on the web, then HubPages can give you the simple, straight-forward and easy-to-use tools to help you become as successful as possible.

Some highlights of HubPages include:
  1. Over 20 million readers visit HubPages each month
  2. You own all of the content that you publish on HubPages and are free to delete, remove or do anything else with it at any time
  3. The easiest publishing tools on the web, which makes it super-easy to create the content you want
  4. An active community of writers who are more than willing to get you started off the right way

How to apply

To apply now, click on the HubPages.com link at the top of the page or copy and paste this link into your browser >> http://hubpages.com/info/problogger

Pencabutan Status Tahanan Kota Ibu Prita Mulyasari

Akhirnya kabar baik berhembus dari Kejaksaan Negeri Tangerang yang menangguhkan status tahanan kota bagi Ibu Prita Mulyasari.  Surat penangguhan tersebut diserahkan kepada Ibu Prita Mulyasari kemarin (11 Juni 2009.

”Surat penetapan penangguhannya saya terima pukul 5 sore dan setelah itu dilakukan eksekusi,” kata Suyono, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang saat dihubungi oleh seorang wartawan Tempo.  Menurutnya, eksekusi penangguhan penahanan Prita dilakukan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum Riyadi, Panitera setelah bertemu dengan Prita Mulyasari. Dengan penangguhan penahanan itu, maka status tahanan kota untuk Prita telah dicabut. ”Prita sudah bisa ke mana saja,” kata Suyono.

Namun Suyono enggan berkomentar soal pertimbangan penegak hukum dalam mengabulkan penangguhan Prita. ”Itu kewenangan Pengadilan Negeri Tangerang,” kata dia. 

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Tangerang Herri Iswantoro tidak bisa dikonfirmasi karena telepon selulernya tidak aktif. Begitu juga dengan Ketua Majelis Hakim Karel Tuffu teleponnya juga tidak aktif.

Prita Mulyasari, 32 tahun, sempat ditahan tiga pekan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sebelum dikenai status tahanan kota. Prita ditahan karena digugat Rumah Sakit Omni atas tuduhan pencemaran nama baik terkait keluhan Prita mengenai pelayanan Rumah Sakit Omni melalui surat elektronik.

Semoga pencabutan status tahanan kota terhadap Ibu Prita merupakan awal bagi pembebasan beliau sepenuhnya atas segala gugatan yang ditujukan kepadanya sehingga arogansi RS. Omni Internasional bisa berakhir. 

Seperti dikutip dari: http://tempointeraktif.com


RS Omni International Alam Sutra Tangerang Arogan

Obrolan hangat di kalangan 'aktivis' milis atau pun blogger saat ini adalah Prita Mulyasari. Ibu dua anak yang masih kecil-kecil itu sempat di tahan selama sebulan ditahan di LP Wanita Tangerang sejak 13 Mei lalu dengan tuduhan pencemaran nama baik RS Omni International Tangerang lewat internet.

Penahanan Prita dinilai berlebihan. Alhasil, 'penggiat' internet pun ramai-ramai membelanya, termasuk lewat Facebook. Dukungan itu bertajuk "DUKUNGAN BAGI IBU PRITA MULYASARI, PENULIS SURAT KELUHAN MELALUI INTERNET YANG DIPENJARA". Aspirasi kelompok perjuangan ini adalah 'Bebaskan Ibu Prita Mulyasari dari Penjara dan Segala Tuntutan Hukum' dengan poin: Cabut segala ketentuan hukum pidana tentang pencemaran nama baik karena sering disalahgunakan untuk membungkam hak kemerdekaan mengeluarkan pendapat Keluhan/curhat ibu Prita Mulyasari thd RS Omni tidak bisa dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) UU ITE Keluhan/curhat Ibu Prita Mulyasari dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen RS Omni hendaknya memberikan HAK JAWAB, bukan melakukan tuntutan perdata dan pidana atas keluhan/curhat yg dimuat di suara pembaca dan di milis-milis. Kisah tragis Prita ini dimulai ketika Prita menulis keluhannya lewat e-mail ke sejumlah rekannya pada medio Agustus 2008 setelah komplainnya kepada pihak RS  tidak mendapat respons memuaskan.

Isinya kekesalan Prita pada pelayanan RS Omni yang telah dianggapnya telah membohonginya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Prita juga menyesalkan sulitnya mendapatkan hasil lab medis.

Tak disangka tulisan Prita menyebar ke berbagai milis. Pihak RS Omni telah menjawab tulisan Prita lewat milis dan memasang iklan di media cetak. Tak cukup itu, RS itu juga memperkarakan Prita ke pengadilan. Prita dijerat dengan UU Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE) dengan hukuman maksimal 6 tahun atau denda Rp 1 miliar.

'Bebaskan Prita'
RS Omni International Alam Sutra Tangerang Arogan Dan Tidak Mempunyai Prikemanusian

MARI DEMO SAJA
MARI DEMO SAJA
MARI DEMO SAJA
jangan2 jaksa & polisinya udah disuap........
Hukum dimana2  kan bisa dibeli!


Tentara Ngamuk di Sentani

Di tengah carut marut paska pelaksanaan Pemilu legislatif tiba-tiba seluruh rakyat Indonesia dikejutkan oleh berita dari ujung timur Indonesia, Sentani. Sekelompok pasukan Batalyon 751 Sentani, Jayapura, Rabu (29/4) siang mengamuk. Puluhan prajurit ini Rabu siang sempat melempari kantor Markas Batalyon 751 di Sentani. Sejumlah prajurit juga melakukan aksi palang di markas Batalyon 751 dan sepanjang umum jurusan Geyem - Depapre menggunakan kayu-kayu akibatnya lalu lintas umum macet.

Kelompok pasukan tersebut melakukan aksi protes terhadap komandan Batalyon mereka. Penyebabnya bermula ketika teman mereka, Pratu Joko S, personel Kompi E Yonif 751 Wirajayasakti yang bertugas di perbatasan Papua Nugini meninggal, Minggu (26/4), akibat sakit. Pihak keluarga meminta jenazah dipulangkan ke Kota Nabire, tetapi pihak batalyon Infanteri 751 Jayapura kekurangan biaya untuk mengirimkan jenazah ke keluarganya di Nabire.

Protes sempat membuat tegang Kota Sentani karena para tentara sempat melepaskan tembakan ke udara secara beruntun selama beberapa menit. Warga ketakutan dan lari menyelamatkan diri mendengar bunyi senjata. Dilaporkan tidak ada korban yang jatuh. Syukurlah

Eh tentara kok protes ya .... mana wibawa komandannya?



Perkembangan Terakhir Arah Koalisi Pilpres

Perkembangan terakhir penentuan arah koalisi kembali dimulai.  Hari ini Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, dikabarkan gerah dengan beberapa manuver politik dari pihak-pihak tertentu yang hendak memecah belah partai-partai besar. Tentu saja tujuannya adalah melemahkan lawan-lawan yang akan bertarung di pemilihan presiden nanti agar sang pemenang bisa melenggang ke tampuk kekuasaan dengan sukses.

Namun, ia tidak menuduh siapa yang melakukan perusakan demokrasi yang gejalanya kini dialami oleh dua partai politik, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) serta menyusul Patai Golkar yang kini tengah "diacak-acak".

Ketiga partai ini sekarang sengaja ada yang memecahbelah, menekan dan menakut-nakuti kadernya dengan cara ditangkap atas tuduhan kasus-kasus lama. Yang terjadi sekarang adalah gejala yang sama di tiga partai di mana sejumlah kadernya melawan ketua umum partainya.

"Kita tidak ada budaya politik yang seperti ini. Artinya, demokrasi tidak dijalankan secara benar dan baik. Akan tetapi, segaja dipecah belah, ditaku-takuti, dan ditangkapi. Masa kasus 10 tahun yang lalu, dengan jumlah (kerugian) hanya beberapa juta, tiba-tiba dipersoalkan dan orangnya ditangkapi. Memang, secara hukum, kasus itu harus diproses. Tetapi, mengapa baru sekarang? Saya tidak mau berprasangka buruk menuduh," kata Kalla, dalam keterangan pers, seusai membahas surat 25 DPD Partai Golkar, yang mengajukan enam nama kader Golkar sebagai cawapres kepada Partai Demokrat, di Posko II Partai Golkar di Jalan Mangunsarkoro, Jakarta.

Dalam keterangan pers itu, hanya segelintir pengurus Partai Golkar yang mendampingi, yaitu Burhanuddin Napitupulu, Syamsul Muarif, Soemarsono dan dua anggota Dewan Penasihat Aburizal Bakrie dan Fahmi Idris.

Kalla mengakui sekarang ini, teman-temannya di Partai Golkar merasakan kekhawatiran seperti (ditangkap dan ditekan). "Nuansa itu sekarang dirasakan sejumlah partai politik. Jika kita (Golkar) pecah, justru kekhawatiran itu akan terjadi. Karena itu, harus kita lawan. Saya akan mencari siapa yang melakukan itu? Mengapa gejala perpecahan partai terjadi sekarang ini? Ada apa? "tanya Kalla kembali.

Ditambahkan Kalla, sekarang ini partainya tetap solid. "Teman-teman di sini juga solid ya?" tanyanya sambil melirik fungsionaris Partai Golkar yang menemani keterangan pers.

Ditanya adanya "musuh dalam selimut" di antara fungsionaris Partai Golkar yang membuat Partai Golkar terjadi seperti sekarang ini, Kalla hanya menjawab diplomatis, "Memang, bahwa ada rencana masing-masing, tentu itu wajar. Akan tetapi, kita harus menjaga soliditas partai. Itu penting."

Mengenai adanya surat DPD tersebut, Kalla mengatakan surat itu sebenarnya hanya untuk mengantisipasi jika Partai Golkar tidak bisa berkoalisi dan mengajukan capres sebagaimana ditetapkan Rapimnasus Partai Golkar baru-baru ini.

"Surat itu sebenanya juga mau menjaga soliditas partai, namun caranya tidak bisa seperti itu dan bukan di forum resmi," ujar Kalla.

Kalla menegaskan, dalam waktu satu atau dua hari lagi, Partai Golkar akan mengumumkan koalisi dan menetapkan capres dan cawapres Partai Golkar.

"Kalau kita sudah mengumumkan koalisi dan capres dan cawapres , tentu surat itu tidak berlaku. Karena kita sudah bekerja dan berkoalisi. Itu, yang akan kita laporkan kepada forum DPD dan pengurus lainnya. Insya Allah, Rabu (29/4) kita umumkan koalisinya. Mungkin, kita yang pertama akan mengumumkan capres dan cawapres sebelum yang lainnya," tambah Kalla.

Namun, ia tidak mau mengungkapkan Partai Golkar berkoalisi dengan siapa dan siapa capres dan cawapresnya. Ketika ditanya tindak lanjut pertemuan dengan PDI Perjuangan, Kalla mengaku mulai Selasa (28/4) pagi Tim 6 Partai Golkar dan PDI Perjuangan akan mulai bertemu membahas arah dan aspek koalisi.

Di sela-sela pertemuan itu, Kalla juga menerima utusan khusus Prabowo Subianto. Namun, pertemuan itu tidak diinformasikan secara terbuka, termasuk isi pertemuannya. Anggota Tim 6 Partai Golkar Simon Patrice Maurin mengatakan bahwa surat DPD itu terlalu cepat, karena yang dilakukan Kalla belum selesai. Seharusnya, DPD menunggu dengan sabar dan bersikap taat pada aturan partai.

Demikianlah perkembangan terakhir perpolitikan tanah air.

Jusuf Kalla Calon Presiden Partai Golkar

Kemarin, 23 April 2009, hampir seluruh perhatian dunia politik tertuju ke Hotel Borobudur Jakarta.  Seluruh entitas politik tanah air menunggu hasil akhir Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnassus) Partai Golkar.  Rampimnassus ini memang menjadi tahap penting bagi perkembangan politik tanah air karena dari sini akan ditentukan kemudian pola koalisi partai-partai.  Partai Golkar sebagai salah satu incumbent di pemerintahan sekarang sebenarnya masih diharapkan oleh banyak pihak untuk berduet dengan Partai Demokrat, namun negosiasi antara Partai Demokrat dan Golkar berjalan alot yang akhirnya membuat keduanya pecah kongsi maka Partai Golkar memutuskan untuk mengusung sendiri Capres.  Nah pada Rampimnassus kemarin, Partai Golkar telah bulat untuk mengajukan Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden.

Selain ditetapkan sebagai capres Golkar, JK juga mendapat mandat penuh untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Golkar memang harus berkoalisi dengan partai lain untuk mencukupkan syarat pengajuan capres 25 persen kursi di parlemen atau 20 persen suara.

Poin lain dari keputusan Rapimnasus kemarin adalah memberikan kepercayaan kepada JK selaku ketua umum Golkar untuk membentuk dan mempersiapkan tim pemenangan pilpres Partai Golkar. Hasilnya, harus dilaporkan JK dalam rapat pimpinan harian DPP yang juga akan dihadiri Ketua DPD I. Rapat ini paling lambat akan digelar satu pekan mendatang.

Mendapat mandat capres, diakui JK bukan pekerjaan mudah. Meski begitu, JK yang masih menjabat Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Oktober mendatang, berharap semuanya bisa berjalan baik. Syaratnya, Golkar tetap menjaga kebersamaan.

"Kita harus bersama. Ini bukan hal yang mudah bagi saya," terang JK saat jumpa pers di Hotel Borobudur Jakarta. "Jadi, seluruh elemen partai harus buisa mengawal keputusan (Rapimnasus) ini," imbuhnya.

Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, Sri Sultan Hamengkubuwono tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya terkait hasil keputusan Rapimnasus Partai Golkar. Kebulatan sikap mengajukan JK sebagai capres dipandanganya sebagai bukti Golkar sudah kembali pada identitasnya semula.

"Golkar sudah kembali ke identitasnya sebagai partai besar yang tidak perlu takut untuk bertarung. Ini baru Partai Golkar," tegas Sultan usai Rapimnasus Golkar. Sebelumnya, sikap Golkar yang lebih banyak berharap bisa berkoalisi kembali dengan Demokrat untuk melanjutkan pemerintahan SBY-JK, dinilai Sultan tidak mencerminkan Golkar sebagai partai besar, mapan, dan berpengalaman.

Terkait posisi cawapres Golkar yang belum diputuskan siapa orangnya, Sultan mengaku tidak berminat. "Saya tidak akan menjadi cawapres Golkar," tegas Sultan. Menurutnya, posisi cawapres Golkar harus sanggup menjadi nilai tukar bagi Golkar dalam membangun koalisi. Sehingga, paling pas jika posisi tersebut ditawarkan kepada kader partai lain. "Masa dari Golkar semua," katanya lagi.




Israel Dalang Serangan 9 September?

Keterlibatan Israel dalam serangan ke Menara World Trade Center pada 11 September mulai terungkap. Ali al-Jarrah sepupu Ziad al-Jarrah yang merupakan salah satu pembajak pesawat dalam tragedi itu, adalah agen rahasia Israel.

Ali al-Jarrah telah bekerja sebagai agen Mossad, dinas intelijen rahasia Israel selama 25 tahun. Pria Muslim dari Lebanon ini mengkhianati negaranya sendiri. Ia bertugas untuk mengumpulkan data intelijen tentang kelompok-kelompok perlawanan Palestina dan Hizbullah. Demikian ditulis The American Free Press.

Ada kemungkinan Ali merekrut Ziad yang lebih muda untuk bekerja bagi Israel.

Jika hal ini benar, bukan pertama kali Israel merekrut orang Muslim untuk bekerja untuk dinas rahasia. Pada serangan bom pertama terhadap WTC tahun 1993 lalu, Israel juga merekrut Ahmad Ajaj, seorang warga muslim dari Tepi Barat Palestina.

Ajaj disebut-sebut merupakan pentolan Intifada. Tetapi faktanya dia tidak pernah terlibat dalam gerakan Intifada, Hamas atau gerakan perlawanan Palestina lainnya.

Fakta lainnya bahwa Israel terlibat dalam serangan 11 September 2001, adalah tidak satu pun dari 3.000 pegawai Yahudi masuk kerja pada hari itu. Tidak mungkin 3.000 orang sakit atau cuti secara bersamaan, tanpa ada sesuatu di baliknya.

SPONSOR

Blog Directory & Search engineblog search directoryblogarama - the blog directoryWORLD TOP WEBSITES - Top Site Directory | Add URL | Submit URL
Top Personal blogsBlogger IndonesiaPage Rank CheckerAdd to Technorati FavoritesIncrease Page Rank
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

  ©Template Blogger Elegance by Dicas Blogger.

TOPO